Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Aturan dorongan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) yang dinanti-nanti kesimpulannya resmi terbit. Pada 26 Februari 2021 lalu, Departemen Keuangan resmi mengeluarkan Susunan Menteri Keuangan (PMK) Cetakan 20/PMK. 010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Kaya Atas Penyerahan Kena Retribusi Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

“Peraturan Gajah ini mulai berlaku di tanggal diundangkan, ” tulis Pasal 9 PMK Cetakan 20 Tahun 2021 tersebut.  

Mengacu kepada Kausa 5 dalam beleid itu, pemerintah akan menanggung PPnBM terutang sebesar 100% sejak PPnBM terutang untuk periode pajak Maret-Mei 2021, 50% untuk masa pajak Juni-Agustus 2021, dan 25% buat masa pajak September-Desember 2021.

Insentif yang disediakan memiliki sasaran yang spesifik. Pasal 2 beleid itu menyebutkan, Pemerintah akan menanggung PPnBM terutang atas pemberian dua jenis kendaraan untuk tahun anggaran 2021, yaitu pertama, kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel) berkapasitas silinder datang dengan 1. 500 cc.  

Kedua, instrumen bermotor untuk pengangkutan karakter kurang dari 10 orang (termasuk supir) dengan mesin bakar cetus api atau diesel/semi diesel dan serta berkapasitas silinder sampai secara 1. 500 cc.

Insentif ini juga sedia dengan persyaratan. Asal cakap, Pasal 3 ayat (1) aturan ini menyebutkan bahwa kendaraan bermotor yang menjadi sasaran insentif ini perlu memenuhi persyaratan pembelian lokal atawa local purchase .

Baca Juga: Cek, ini 21 mobil yang mendapatkan penanggalan PPnBM

“Persyaratan jumlah pembelian lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelepasan jumlah penggunaan komponen dengan berasal dari hasil buatan dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan produksi instrumen bermotor paling sedikit 70%, ” tulis Pasal 3 ayat (2) PMK Cetakan 20 Tahun 2021.

Sebelumnya, sebagian dari 4 agen pemegang merek mobil dengan penguasaan pangsa pasar atawa market share terbesar di pasar otomotif pribumi sudah sempat memberikan kecil bocoran seputar model-model mobil yang berpeluang mendapatkan dorongan ini.  

Daftar saja, ketentuan seputar patokan kendaraan yang menjadi sasaran insentif maupun persyaratan kecil local purchase sebesar 70% yang menyertainya memang telah sempat digaungkan sebelum PMK Nomor 20 Tahun 2021 terbit.

Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT  Suzuki Indomobil Sales (SIS)  Harold Donnel mengatakan, Suzuki XL7, All New Ertiga, dan APV sudah memenuhi persyaratan minimum local purchase serta masuk ke dalam kategori instrumen yang menjadi sasaran dorongan PPnBM.

Berdasarkan penelusuran Kontan. co. id untuk laman resmi laman Suzuki dan data Gabungan Pabrik Kendaraan Bermotor (Gaikindo) XL7, All New Ertiga, serta APV memiliki kapasitas tabung di bawah 1. 500 cc. Rinciannya, kapasitas silinder XL7 dan All New Ertiga adalah sebesar satu. 462 cc, sedangkan daya silinder APV adalah sejumlah 1. 495 cc.  

Ketiganya memiliki pola roda penggerak 4×2. Berarti, XL7, All New Ertiga, dan APV  memang meresap ke dalam kriteria sasaran insentif PPnBM dari jurusan kapasitas silinder dan macam segmen kendaraan. Baik data Gaikindo maupun laman formal Suzuki tidak memuat level local purchase ketiga langgam tersebut.

Meski sejenis, Harold mengaku belum bisa mengungkap bagaimana proyeksi kemerosotan harga  XL7, All New Ertiga, dan APV maupun efek kenaikan penjualannya sesudah insentif PPnBM Maret 2021 berlaku.  

“Kami kabarkan nanti, ” ujar Harold saat dihubungi Kontan. co. id, Jumat (26/2).

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Kamu akan menambah semangat awak untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –>
<! —

INSENTIF PAJAK

gong9deng –>