Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Satu tahun sejak kausa merebaknya pandemi covid-19 dalam Indonesia, industri pariwisata & perhotelan menjadi salah utama sektor usaha yang memutar terdampak. Perhimpunan Hotel serta Restoran Indonesia (PHRI) memprediksi, industri pariwisata dan hotel belum akan pulih dalam tahun ini.

Carik Jenderal PHRI Maulana Yusran mengungkapkan, pada tahun 2020, tingkat okupansi paling luhur secara rata-rata nasional cuma mencapai 35%. Dibandingkan tarikh 2019 sebelum masa pandemi, tingkat okupansi turun pada level 20%.

Tak cuma dari sisi tingkat okupansi, sektor perhotelan pun tertindas harga jual per suangi yang mengalami penurunan. “Ada hal lain (selain kemerosotan okupansi), harga jual mulai malam juga turun, berpindah antara 30%-40%. Artinya barang apa? bahwa market demand sangat rendah, ” kata Maulana kepada Kontan. co. id, Senin (1/3).

Kemerosotan tingkat okupansi yang pas tajam terjadi ada Kuartal I (Q1) dan Q2 2020. Okupansi sempat muncul pada periode Q4 bersamaan dengan masa liburan. Namun, pada Q1-2021, tingkat okupansi kembali mengalami penurunan.

“Karena Q1 low season bagi jasa hotel dan restoran. Kenapa?   pemberian pertama okupansi adalah kegiatan pemerintah, dan belum ada yang dilakukan Januari-Maret, hangat mulai setelah itu, ” ungkap Maulana.

Baca Juga: Kepala BPS: Perbaikan sektor pariwisata butuh waktu yang panjang

Dia memasukkan, meski vaksinasi sudah berjalan, namun belum signifikan buat mendongkrak industri pariwisata maupun perhotelan. Sebab, vaksinasi belum dilakukan secara merata. Begitu juga dengan rencana vaksinasi untuk sektor pariwisata. “Tapi itu pelaksanaannya kapan? belum merata, impact -nya belum tersedia, ” ungkap Maulana.

Dia menambahkan, mobilitas asosiasi dan daya beli menjelma faktor penentu. Untuk transportasi, travel menggunakan pesawat menjelma penopang utama industri pariwisata di Indonesia dengan pulau-pulau yang tersebar.  

Dengan protokol yang pas rumit, masyarakat masih bertambah memilih bepergian menggunakan organ pribadi. Akibatnya okupansi dalam setiap daerah belum merembet, lantaran masyarakat lebih menuruti berwisata ke destinasi yang lebih dekat dengan wadah tinggalnya.

Oleh sebab itu, Maulana melihat 2021 ini masih menjadi tahun yang muram bagi pabrik hotel dan pariwisata. “Masih belum (pulih) buat kita. Sektor pariwisata sudah mulai turun, ini masuk bulan ke-13. Sekarang masih sakit, 2021 belum ada pembudayaan, ” pungkasnya.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat saya untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai sedekah yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –>
<! —

VIRUS CORONA

gong9deng –>