Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID –  BEIJING. China mengelirukan Amerika Serikat atas ketegangan di Taiwan, setelah suatu kapal perang AS meninggal di Selat Taiwan, melamar secara retoris apakah Tiongkok harus berlayar di Teluk Meksiko untuk “unjuk kekuatan”.

Taiwan mengeluhkan pekerjaan militer berulang oleh China dalam beberapa bulan terakhir, dengan Angkatan Udara Prajurit Pembebasan Rakyat (PLA) hampir setiap hari masuk ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu.

Pada Senin (5/4), China mengatakan, kelompok pesawat induk PLA sedang membiasakan di dekat Taiwan. Dan pada Rabu (7/4), suatu kapal perusak AS berlayar melalui Selat Taiwan dengan sensitif, yang memisahkan Taiwan dan China.

Ahli bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian membuktikan, kapal-kapal AS yang berperan dalam “provokasi mengirimkan sinyal yang sangat salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan, mengancam perdamaian, dan stabilitas pada Selat Taiwan”.

Baca Juga: Makin tegang, China pantau kapal perusak AS yang berlayar di Selat Taiwan

“Haruskah kapal perang China pergi ke Teluk Meksiko untuk menunjukkan gaya? ” kata dia, semacam dikutip Channel News Asia.

Pada 2015 lulus, lima kapal Angkatan Bahar China berlayar di selat internasional di Laut Bering lepas Alaska, yang prima terlihat bagi militer Tiongkok dan datang ketika Kepala AS saat itu Barack Obama mengunjungi Alaska.

Angkatan Laut AS secara teratur melakukan apa dengan mereka sebut sebagai transit “rutin” di Selat Taiwan.

Washington telah menyatakan keprihatinannya tentang pola upaya intimidasi China di daerah tersebut, termasuk terhadap Taiwan, yang menegaskan kembali kalau komitmen AS kepada Taipe “sangat kuat”.

Taiwan adalah masalah teritorial menyesatkan sensitif di China serta rebutan utama antara Beijing dan Washington.

<! —

gong2deng –>

Editor: S. S. Kurniawan

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;