inilah-penyebab-sindrom-klinefelter-bikin-mr-p-mengecil-1

Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA.   Sindrom klinefelter merupakan kelainan kromosom yang dialami oleh laki-laki di mana bayi lahir dengan total kromoson X berlebih. Lazimnya, masalah itu baru diketahui saat Anda menginjak usia dewasa.

Melansir Mayo Clinic (mayoclinic. org), sindrom klinefelter berpengaruh pada pertumbuhan ukuran testis. Ukuran testis yang lebih kecil berpengaruh pula pada produksi testoren. Selain itu, sindrom itu juga bisa menyebabkan masalah yang lain.

Mulai dari kemajuan rambut terganggu, massa otot berkurang, dan lain sebagainya. Setiap orang mengalami fakta yang berbeda-beda. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memerhatikan setiap bukti yang Anda alami.

Penyebab Sindrom Klinefelter

Seperti yang telah disebutkan, sindrom klinefelter terjadi akibat kecacatan acak di mana bayi lahir dengan kromosom X berlebih. Meski demikian, iklim itu tidak diwariskan. Mayo Clinic menyebutkan bahwa tidak ada faktor risiko dengan mengakibatkan kondisi tersebut.

Baca Juga: Sindrom tourette, apa saja gejala serta penyebabnya?

Namun, usia ibu mengandung berpengaruh meski cuma kecil. Jika tak ditangani dengan cara yang tepat, ada beberapa komplikasi yang diakibatkan oleh sindrom klinefelter. Mulai dari depresi, tingkat kepercayaan diri rendah, keburukan autoimun, penyakit jantung, dan meningkatkan risiko kanker.

Komplikasi-komplikasi tersebut terjadi kelanjutan jumlah testosteron yang terlalu sedikit. Untuk mengurangi risiko munculnya berbagai macam kepelikan, sebaiknya Anda melakukan terapi yang berhubungan dengan testosteron.

Gejala Sindrom Testosteron

Setiap orang mengalami petunjuk sindrom klinefelter yang berbeda-beda. Pada bayi, gejala dengan biasa muncul adalah otot lemah, perkembangan kemampuan motorik terhambat, begitu pula dengan kemampuan berbicara.

Baca Juga: Yuk, cari cakap penyebab dan komplikasi sindrom turner

Untuk anak-anak mematok remaja, gejala yang menyembul semakin beragam. Mulai lantaran tinggi badan yang meninggalkan rata-rata, ukuran testis mungil, jaringan payudara membesar, tidak banyak rambut wajah yang tumbuh setelah masa puber, gaya dan tulang lemah.

Sedangkan untuk orang dewasa, ada beberapa gejala yang perlu diperhatikan. Misalnya, tubuh tidak memiliki otot sebesar pria dewasa pada umumnya, tulang lemah, jumlah gemuk perut bertambah, dan penerapan sperma rendah atau apalagi tidak ada sama sekali.

Jika Anda mengalami gejala-gejala itu, segera periksakan diri ke dokter. Jika Kamu mendapati perkembangan dan kemajuan anak terhambat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan sinse. Hal itu akan merendahkan Anda untuk mendapat jenis perawatan yang tepat pantas dengan kondisi.

<! —

gong2deng –>

Editor: Belladina Biananda

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;