Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Risiko berinvestasi Indonesia kembali mengalami kemajuan seiring persepsi investor kepada risiko investasi Indonesia dengan tercermin dalam credit default swap (CDS) kembali menemui kenaikan.

Jumat (26/3), CDS tenor 5 tahun ditutup di level 86, 51. Sementara CDS tenor 10 tahun ditutup di level 152, 11. Kedua level tersebut merupakan level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Kebajikan Yudha mengungkapkan, kenaikan lapisan CDS Indonesia saat ini merupakan hal yang biasa jika berkaca dari status pasar keuangan saat tersebut. Kondisi kenaikan kali ini juga relatif masih aman, tidak setajam ketika depan pandemi Covid-19 terjadi di dalam tahun lalu.

Baca Juga: Pergerakan yield US Treasury jadi sentimen pati pada lelang SBN Selasa (30/3)

“Kenaikan CDS tak terlepas dari adanya ekspektasi pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lekas dari perkiraan. Di GANDAR kan vaksinasi berjalan lebih cepat dari perkiraan, ekspektasi inflasi juga naik, sehingga yield US Treasury pula ikut naik, ” sah Yudha ketika dihubungi Langsung. co. id, Jumat (26/3).

Yudha juga menambahkan, adanya insiden kapal barang yang tersangkut di Siring Suez ikut memperburuk kejadian. Pasar mengkhawatirkan akan ada lonjakan harga minyak kelanjutan insiden tersebut, yang pada akhirnya bisa membuat makna komoditas naik. Jika situasi tersebut terjadi, inflasi pun bisa ikut naik. Dia menilai, berbagai kondisi ini pun akhirnya menekan emerging market .  

Walau begitu, Yudha meyakini kenaikan CDS ini hanya akan berkelakuan sementara dan ke aliran akan berangsur turun. Menurutnya, ini tidak terlepas dibanding seluruh sentimen saat itu pada dasarnya masih cuma sebatas ekspektasi, atau kekhawatiran. Sehingga, ketika semua mereda, CDS pun akan mengikuti terkerek turun.

Baca Juga: Beli menara Rp 3, 98 triliun, Tower Bersama (TBIG) minta rahmat RUPSLB akhir Maret 2021

“Berbeda dengan kondisi pandemi di mana investor sungguh beralih ke safe haven , zaman ini sebenarnya pasar justru tengah risk on . Apalagi, meskipun inflasi naik, bank sentral dunia juga masih bakal terus menambah likuiditas dengan berbagai program quantitative easing , serta suku bunga juga belum akan dinaikkan dalam zaman dekat, ” imbuh Yudha.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat saya untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong11deng –> <! — prev ivs script

gong11deng –>
<! —

OBLIGASI

gong11deng –>