Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

KONTAN. CO. ID –  Apakah kamu sudah kenal dengan yang namanya investasi? Bagi sebagian orang, mungkin ketika mendengar istilah investasi, terkadang langsung membuat dahi berkerut. Ribet!

Tak hanya itu, sering kali mereka berpikir, investasi butuh modal tumbuh. Belum lagi harus pandai berhitung supaya tak buntung. Ya, berbeda dengan menyimpan yang cukup setor uang di bank, lalu menduduki bunga sebagai keuntungannya.

Tapi, kini, investasi sudah bisa dilakukan semudah menabung di bank. Tak kemaluan modal besar. Ya, kamu bisa mulai investasi secara membeli reksa dana.

Lantas, apa itu reksa dana? Yuk, kita kenali produk investasi ini lebih dalam!

 

1. Produk Investasi Simpel

Reksa Dana adalah salah satu alternatif investasi yang masuk bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki penuh waktu dan keahlian buat menghitung risiko atas investasi mereka. Reksa Dana dapat diartikan sebagai wadah yang gunakan untuk menghimpun uang dari masyarakat, sebagai pemilik uang dan dilanjutkan untuk investasikan dalam portofolio efek sebab Manajer Investasi. Sebab, keluaran ini memang dirancang untuk kamu yang baru ingin memulai investasi.

 

2. Dikelola oleh Manajer Investasi

Reksa persediaan yang merupakan kumpulan pemberian ini akan dikelola sebab Manajer Investasi. Para Eksekutif Investasi inilah yang lalu memutar dana ke bervariasi instrumen keuangan, seperti bagian, obligasi atau lainnya.

Ini membuat kamu lebih efisien waktu. Sebab, secara dikelola oleh Manajer Investasi profesional, kamu tak perlu repot memantau kinerja investasi setiap waktu.

Begitu pula seperti halnya masa kamu menyimpan uang dalam bank, orang yang mengambil produk reksa dana pula akan memiliki rekening buah.

 

3. Kenali risiko reksa dana

Sama seperti wadah investasi lainnya, di samping menghadirkan berbagai peluang keuntungan, reksa dana pun mengandung berbagai peluang risiko.

Seperti, risiko berkurangnya nilai unit penyertaan. Risiko yang dipengaruhi oleh turunnya harga dibanding efek saham, obligasi, atau surat berharga lainnya dengan masuk dalam portofolio reksa dana ini dapat diminimalisir oleh Manajer Investasi (selaku pengelola) dengan prinsip diversifikasi yang diterapkan.

Risiko likuiditas merupakan risiko dengan menyangkut soal kesulitan yang dihadapi Manajer Investasi jika sebagian besar investor reksa dana melakukan redemption (penjualan kembali) atas unit-unit yang dimiliki. Kondisi seperti ini dapat menjadi peluang buat membuat Manajer Investasi kesulitan dalam hal menyediakan kekayaan tunai atas redemption tersebut.

 

4.   Pembelian reksa dana mudah

Untuk membeli reksa dana, kamu bisa sampai langsung ke Manajer Investasi. Bisa juga melalui pemasok penjual, yakni bank.

Beli reksa dana dalam bank, tentunya akan mudah dijangkau. Tak hanya tersebut, pilihan produk reksa derma yang dijual di bank biasanya juga lebih beraneka macam. Bukan cuma dari utama Manajer Investasi saja. BRI sebagai salah satu bank terbesar dengan jaringan terluas ini berfungsi sebagai pemasok penjual reksa dana.

Tapi, penting kamu mendapati, reksa dana adalah buatan pasar modal dan tidak merupakan produk bank, sehingga tidak dijamin oleh bank dan tidak termasuk dalam cakupan objek program penjaminan pemerintah atau penjaminan simpanan.

 

5. Kenali karakteristik dan profil investasi diri sendiri

Memang, sebelum berinvestasi reksa persediaan kamu sebaiknya memahami seluk-beluk produknya. Tapi, penting selalu untuk mengenali karakteristik atau profilmu dalam berinvestasi buat menentukan jenis reksa sedekah yang kamu koleksi. Apakah kamu termasuk tipe investor yang bisa menanggung efek rendah, sedang atau agung.

Sebagai agen penjual, BRI menawarkan empat jenis reksa dana. Mulai dibanding reksa dana pasar kekayaan, reksa dana pendapatan lestari, reksa dana saham, serta reksa dana campuran.

Reksa dana pasar kekayaan hanya melakukan investasi di dalam efek yang bersifat utang, dengan jatuh tempo invalid dari satu tahun. Tengah reksa dana pendapatan pasti merupakan jenis investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya pada bentuk efek bersifat pinjaman. Tapi, risikonya relatif lebih besar dari reksa derma pasar uang.

Mengenai reksa dana saham merupakan jenis investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas atau saham. Karena investasinya dikerjakan pada saham maka risikonya lebih tinggi dibanding reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. Akan namun, menghasilkan tingkat pengembalian dengan tinggi. Sedangkan, reksa dana campuran merupakan jenis dengan melakukan investasi dalam efek bersifat saham atau ekuitas dan efek bersifat utang.

Memasuki bulan Ramadan yang penuh rahmat, kita pasti butuh dana lebih untuk menyambut Hari Sundal Idul Fitri. Untuk itu, kamu dapat mempersiapkan sedekah tersebut dari jauh hari dengan berinvestasi di reksa dana melalui BRI. Untuk mengetahui lebih rinci, Daftar Prospektus dan Fund Fact Sheet dapat kamu menyimak melalui info prospektus Reksa Dana BRI. Kamu juga dapat menghubungi BRI Premi Call Center (021) 575 8899/ 0 800 satu 017 017.


Reporter: Adv Team
Editor: Ridwal Prima Gozal

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;
<! —

ADV

gong13deng –>