Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

LANGSUNG. CO. ID -JAKARTA.   Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) Jumat (4/12) malam dalam operasi mengambil tangan.

Pejabat Kemensos tersebut ditangkap bersama beberapa orang lain dalam Jumat 4 Desember 2020 tanda 23. 00 WIB sampai Sabtu 5 Desember 2020 jam 02. 00 WIB dini hari.

“KPK telah melakukan tangkap tangan terhadap tersangka PPK pada program bansos di Kemensos, ” ujar Pemimpin KPK, Komjen Firli BahuriSabtu (5/12). Sayang tak disebutkan pejabat dengan dimaksud serta kasus yang menyusun OTT terjadi.  

Baca Juga: KPK: Pejabat Kemensos ditangkap bersama sebesar orang

Di operasi tangkap tangan itu, KPK  mengamankan sejumlah uang. Kini KPK tengah memeriksa keterlibatan pihak-pihak terpaut atas  uang yang diamankan tersebut.

Rencananya, KPK akan menetapkan kedudukan hukum pejabat Kemensos dan pihak-pihak yang diamankan tersebut dan berapa uang yang diamankan dalam konferensi pers Sabtu (5/12) malam.

Sekedar mengingatkan, sejak awal, publik tahu program bansos rawan dengan penyalahgunaan, rawan korupsi, korupsi sekaigus nepotisme, mengingat nyaris tak ada penjagaan penyaluran di lapangan.

Baca Juga: Dapat gratifikasi terkait Bansos Covid-19, KPK tangkap pejabat Kemensos

Program bansos ini dengan dilakukan tak hanya pemerintah was-was tapi juga pemerintah daerah menyayukan bancakan jamaah atas ratusan triliun anggaran negara dalam  program bansos, mulai dari bantuan langsung tunai (BLT) upah hingga program Kartu Prakerja.

Padahal, bansos ini ialah program pemulihan ekonomi nasional (PEN) demi menjaga kelangsungan perekonomian termasuk menjaga daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19.

Dalam jumpa pers di Istana Negaea (4/11), Menteri Sosial Juliari P. Batubara membuktikan, ada 3 program bantuan baik (bansos) di bawah kementeriana dengan telah tuntas. Artinya: penyaluran kalender bansos di bawah Kementerian Baik sudah 100%.

“Tiga bansos sudah 100% tersalurkan. Untuk realisasi perkiraan PEN di Kementerian Sosial bola lampu hari ini mencapai Rp 112 triliun. Ini   87, 44% dari total anggaran. Untuk sisanya ini tinggal menunggu penjadwalan realisasi saja, ” kata Mensos Juliari saat menyampaikan Keterangan Pers pada Istana Negara, 4 November 2020.

Baca Juga: OTT lagi, KPK tangkap pejabat Kemensos

Tiga program yang telah siap adalah bansos Program Keluarga Tumpuan (PKH), program Bansos Tunai untuk Peserta Program Sembako/BPNT Non-PKH, serta Bansos Beras (BSB).

Bansos PKH ditargetkan menjangkap 10 juta KPM (Keluarga Penerimaan Manfaat dengan aggaran Rp 36, 8 triliun.  

Bansos Tunai untuk Peserta Agenda Sembako Non-PKH menjangkau 9 juta KPM dengan anggaran Rp 4, 5 triliun.

Bansos Beras (BSB) dengan jangkauan 10 juta KPM dengan pagu Rp 5, 26 triliun, telah tersalurkan semua sebanyak 450. 000 ton beras medium.

Realisasi anggaran Kemensos termasuk anggaran PEN terus berada di kondisi tertinggi diantara Kementerian atau Lembaga lain.

Menurut Ari, menjaga peresapan anggaran tinggi, sangat penting, khususnya karena sejumlah program bantuan sosial Kemensos masuk dalam program PENA. Dari anggaran PEN Rp 204, 95 triliun TA 2020, bertambah separuhnya berada di Kemensos.

“Lebih dari separuh. Jadi kalau realisasi anggaran di Kemensos tidak ideal, tentu akan sangat mengganggu rencana nasional PEN, ” katanya.

 

 

DONASI, Sanggup Voucer Gratis!
Dukungan Anda hendak menambah semangat kami untuk menghadirkan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1; /*artikel selanjutnya popup */. article__flex position: fixed;bottom: 60px;z-index: 9;display: -ms-flexbox;display: flex; background: #fff;box-shadow: 0 0 6px rgba(0,0,0,.2);flex-wrap: nowrap; border-radius: 5px;overflow: hidden;height: 70px;. article__box flex-grow: 1;position: relative; width: calc(100% – 70px);padding: 15px 15px 0 10px;display: -ms-flexbox; display: flex;flex-wrap: wrap;align-items: center;align-content: center;. article__img img. imej width: 90px !important; height: 70px !important; object-fit: cover; . article__subtitle position: absolute;top: 10px;left: 10px;display: block; width: calc(100% – 80px);overflow: hidden;font-size: 10px;line-height: 1;color: #2a2a2a;. article__title a. article__link display: block; font-family: Roboto,sans-serif; line-height: 1.3; color: black; letter-spacing: 0px;. article__title a: hover color: #f38d21;. article__title display: block;font-size: 14px;font-weight: 700;color: #000; height: auto;max-height: 37px;overflow: hidden;. showHide display:none; @media only screen and (min-width: 800px) .article__flexbottom: 99px; max-width: 607px; height: 85px; .article__subtitle font-size: 12px; .article__title display: block;font-size: 18px;max-height: none; .article__img img.imejwidth: 110px !important; height: 85px !important; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; /*END OF- tulisan selanjutnya popup */

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong9deng –>
<! —

OTT KPK

gong9deng –>