Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID –    JAKARTA . Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menerapkan dialog antargenerasi, bertajuk “Women & Girls: Game Changers in Development” pada Sabtu (6/3) yang mengambil momentum Hari Perempuan Internasional.

Acara yang dilakukan secara daring ini, diikuti lebih dari 2. 000 audiens yakni anak dan kelompok muda perempuan melalui tayangan langsung berbagai media digital. Kegiatan ini merupakan urusan puncak rangkaian kegiatan Girls Leadership Program (GLP) serta sebuah komitmen nyata buat memberdayakan anak dan famili muda perempuan.

Sri Mulyani bilang program ini mampu melahirkan anak-anak perempuan yang memiliki kemampuan untuk menggelar leadership -nya.

“Modalnya adalah mereka memiliki sensitifitas di dalam lingkungannya. Apa yang bisa saya bantu? Itu ialah ciri leader , bukan tentang me, me, me. Kepedulian dan keinginan untuk melakukan sesuatu yang membantu orang asing, karena anda sebenarnya memiliki alasan untuk tidak melakukan apa-apa, ” kata Menkeu, Sabtu (6/3).

Baca Juga: Wajib pajak high wealth individual dikeker Ditjen Pajak, ini kata DDTC

Dalam kesempatan yang sama, CEO Plan International mengatakan bahwa belum ada negara yang benar-benar menerapkan paritas gender. Perempuan sejak mungil masih menghadapi gender stereotype dan bias di bervariasi hal dari akses sekolah, pekerjaan, kesempatan memimpin maupun membuat berbagai keputusan untuk hidupnya.

“Untuk tersebut, kami bekerja dengan berbagai mitra untuk terus membakar kesetaraan dan kepemimpinan bagi anak perempuan di bervariasi bidang, ” katanya.

Adapun plan International melaporkan bahwa 62% dari 10. 000 anak dan trah muda perempuan yang disurvei di 19 negara, mengucapkan yakin dengan kemampuan itu untuk memimpin dan 76% secara aktif ingin menjelma pemimpin dalam karier, publik, atau di negara mereka.

Namun hingga kini, anak perempuan di bermacam-macam pelosok masih menghadapi bermacam-macam hambatan untuk maju. Makin, Plan International mencatat sedang ada 65 juta bani perempuan yang tidak bisa mengakses pendidikan.

Itu menunjukkan anak perempuan punya keinginan kuat untuk lulus, namun masih menghadapi berbagai hambatan. Dukungan dan investasi dari berbagai pihak menjadi vital diperlukan demi terciptanya kesempatan dan partisipasi seimbang bagi anak perempuan dalam pembangunan.

Baca Juga: KPK keluarkan sprindik kasus dugaan suap pajak, ini komentar Ditjen Pajak

“Kalau saya melihat anak-anak perempuan ini yang masih benar muda, dan mereka mempunyai kepercayaan diri, dan itu terlibat dalam kegiatan-kegiatan dengan positif, saya sangat besar. Saya berharap leaders perempuan ini akan terus memasukkan passion, cita-cita kalian. Selalu lah percaya bahwa apapun yang kalian hadapi, mungil atau besar, itu sudah dirasakan oleh mentor dengan lain. Jangan cepat patuh, fokus pada tujuan dengan ingin kalian capai, dan memberikan yang terbaik, ” katanya.

Salah satu Girls Leaders asal Mataram yang menjadi pembicara yaitu Silvia, berbagi cerita kegiatannya untuk dapat mengajak anak hawa penyandang tuna rungu buat berdaya.  

“Saya ingin membantu dan menginspirasi anak perempuan penyandang budek lainnya, bahwa kita selalu bisa berkarya dan bergerak. Sebagai anak perempuan penyandang tuli, kita juga mempunyai diperlakukan setara. Dengan adanya program ini, saya bisa membantu meningkatkan keterampilan kegiatan dan kepercayaan diri teman-teman saya, ” katanya.

 

DONASI, Sanggup Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah karakter kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna.

Sebagai peribahasa terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa dimanfaatkan berbelanja di KONTAN Store.

. bg-color-linkedin background-color: #0072b1;

<! —

–> <! —

Video Pilihan gong11deng –>
<! —

SRI MULYANI

gong11deng –>